Pagi hari, todo ingin
berolahraga pagi. Ia jalan-jalan dengan mengayuh sepedanya hingga berkeringat.
Ia berkeliling komplek perumahannya. Perjalanan itu ia membawa handphone. Dan
pada saat itu, ia tidak melihat bahwa didepannya ada lubang besar karena sibuk
bermain handphone. “Awas de ada lubang” kata orang disebelah kiri yang sedang
berjalan. Tetapi todo hanya menoleh kearah orang itu dan menjawab”ohh”
kata todo dalam hati. Dan… brukk, terdengar suara terjatuh. Todo jatuh dari
sepedanya dan handphonenya terpental jauh. Ia sangat malu karena dilihat oleh
orang-orang disekitarnya. Ia menyesal, mengapa ia tidak menanggapi kata orang
tadi. “Aduh, sakit” merintih todo kesakitan. Ia pun segera berdiri, dan mencari
handphonenya yang terpental. “Waduh, mana nih handphone ku” bertanya dalam
hati.
Dan
beberapa saat kemudian, ia tidak sadar bahwa handphone nya telah terjebur dalam
saluran air(got). Perasaan yang campur aduk dirasakannya saat ini. “haduhh
handphone ku! Mau ngomong apa nih sama mama, kalau handphonenya terjebur! Malah
handphone itu belum ada sebulan lagi, masih baru!” kesalnya todo. Kakinya yang
terluka, dan handphonenya yang terjebur membuat todo takut untuk pulang
kerumah. Hingga larut sore, akhirnya ia pun memberanikan diri untuk pulang.
Saat sesampainya dirumah, mamanya bertanya “mengapa hingga sore kamu baru
pulang? Dan kenapa kamu terluka seperti itu?” Tanya mama. “ini mah, todo tadi
jatuh dari sepeda, dan handphone todo terjebur dalam got” kata todo sambil
merintih. “yasudah, tidak apa-apa, masalah handphone tidak usah di permasalahkan.
Sini, mama obati lukanya” kata mama sambil tersenyum. “loh, mama kenapa tidak
marah? ” kata todo bingung. “kamu mau mama marah? Itu kan hanya handphone bisa
dibeli lagi, tetapi kamu yang luka-luka masa mama tidak khawatir?” jawab mama
dengan lembut. “iya mah, terimakasih dan maafkan todo ya mah” jawab todo.
No comments:
Post a Comment